09 April 2009

CULTURE AND COMMNUNICATIONS

1. The Relevance of Culture (Hubungan Kebudayaan)
Kata kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta “buddhayah” yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddhi” yang berarti budi atau akal. Sehingga budaya dapat diartikan sebagai hal-hal yang besangkutan dengan budi atau akal.
E.B Taylor (1871). Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adapt-istiadat, dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan kebiasaan yang didapatkan manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan kata lain kebudayaan mencakup kesemuanya, yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif(normal). Artinya mencakup segala pola berfikir, merasakan dan bertindak.
Saat seorang yang meneliti kebudyaan tertentu akan sangat tertarik pada objek-objek kebudayaan seperti rumah, sandang, jembatan, alat komunikasi dan sebagainya. Akan tetapi dia akan menaruh perhatian yang lebih kepada pola perilaku social, yang membentuk suatu struktur social masyarakat. Bahwa jelas perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh peralatan yang dihasilkannya serta ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Contoh : Peneliti kebudayaan meneliti tentang rumah adat di Indonesia, maka secara otomatis ia juga ikut meneliti pola perilaku yang berbeda dari setiap sukunya, yang mana itu menjadi ketertarikan tersendiri bagi peneliti, karena keanekaragaman yang berbeda dari setiap sukunya.


2. The aim of cultural perspective (Tujuan dari Kebudayaan yang Sebenarnya)
Kebudayaan mempunyai arti dan peranan yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. Kebudayaan mengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertinak, berbuat, dan menentukan sikap apabila sedang berhubungan dengan orang lain. Kebutuhan –kebutuhan masyaralat untuk sebagian besar dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. Maksudnya, kemampuan manusia adalah terbatas, dengan demikian kemampuan kebudayaan yang merupakan hasil ciptaan manusia juga terbatas didalam memenuhi segala kebutuhan.

3. Definisi Kebudayaan dan Commnunications

Dimana diartikan bahwa kebudayaan meliputi gaya hidup sekelompok orang yang terlibat dan saling berhubungan satu sama lainnya, dalam hal nilai-nilai kepercayaan, benda-benda peninggalan, cara bertindak, dan berkomunikasi yang dilewati oleh satu generasi ke generasi lain berikutnya.
Kebudayaan juga terdiri atas :
1. Norma atau kaidah : Nilai-nilai yang ada di masyarakat. Ex. Norma agama, norma kesopanan, dsb.
2. Adat istiadat : Keanekaragaman norma yang terjadi di masing-masing daerah. Ex. Adat Jawa vs adat Batak
3. Pearturan / Hukum : Mempunyai sanksi tegas atas kesalahan-kesalahan
dalam masyarakat. Ex. Adanya UUD, pasal KUHP, dsb.
4. Pola perilaku : Cara masyarakat bertindak yang sama dan harus diikuti oleh semua anggota. Ex. Anggota organisasi, panitia event, dsb.
5. Kebiasaan : Cara masyarakat bertindak dan diakui, yang mungkin
dapat diikuti oleh orang lain. Ex. Style and fashion dari artis

4. Elcuturisasi
Adalah suatu proses dimana kebudayaan diwariskan atau diteruskan dari satu generasio ke generasi penerusnya. Proses ini berlangsung lama, dimulai dari sejak lahir sampai saat meninggal. Ada kebudayaan yang positif dan ada juga kebudayaan yang negatif.
Contoh: Positif , dalam keluarga dibiasakan untuk beramal.
Negatif, merokok, minum minuman keras, KKN, dsb

5. Alcuturisasi
Adalah suatu proses dimana suatu budaya sudah tercampuri / terpengaruh oleh kebudayaan yang lain. Proses ini disebabkan oleh adanya unsur-unsur kebudayaan asing yang diserap atau diterima secara selektif.
Contoh: Mudah diterima, alat-alat rumah tangga, kendaraan, pakaian, dsb.
Cenderung ditolak, paham ideologi bangsa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar